Wastra Kalong Soppeng menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46. Kain tradisional ini mendapat perhatian khusus dari Ketua Dekranasda yang mempromosikan kain pewarna alam sebagai warisan budaya Indonesia. Menurut Ketua Dekranasda, kain pewarna alam seperti Wastra Kalong Soppeng memiliki keunikan dan keistimewaan yang perlu dilestarikan dan dipromosikan lebih luas.
Wastra Kalong Soppeng sendiri merupakan kain tenun tradisional yang berasal dari Soppeng, Sulawesi Selatan. Kain ini dikenal dengan motif dan warna alam yang khas, sehingga menjadi salah satu ikon budaya daerah setempat. Dalam acara HUT Dekranas ke-46, Wastra Kalong Soppeng dipamerkan sebagai salah satu contoh kain pewarna alam yang memiliki nilai estetika dan sejarah yang tinggi.
Ketua Dekranasda berharap dengan mempromosikan kain pewarna alam seperti Wastra Kalong Soppeng, masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai warisan budaya Indonesia. “Kita harus melestarikan dan mempromosikan kain-kain tradisional seperti Wastra Kalong Soppeng, agar generasi mendatang dapat menikmati dan menghargai kekayaan budaya kita,” kata Ketua Dekranasda.
Perayaan HUT Dekranas ke-46 juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kain pewarna alam kepada masyarakat luas. Berbagai jenis kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dan dipromosikan dalam acara ini. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia, serta melestarikan warisan budaya yang telah ada selama ini.












