Pada Jumat, 14 Maret 2025, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menerima kunjungan silaturahmi dari pihak manajemen PLN Soppeng di ruang kerjanya. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Kepala PLN ULP Soppeng, Hari Murti F, dan Kepala PLN Pajalesang, Peri Indriyanto, beserta tim lainnya.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah membahas upaya peningkatan akses kelistrikan di Kabupaten Soppeng. PLN memberikan laporan terkait kondisi kelistrikan di wilayah Soppeng, yang mencakup area perkotaan hingga Pajalesang. Walaupun sebagian besar wilayah telah teraliri listrik, beberapa dusun di daerah pegunungan, terutama di Palakka dan Maddulang, masih belum tersentuh jaringan listrik. Untuk itu, PLN menargetkan elektrifikasi kawasan tersebut pada tahun 2027. Sayangnya, masalah perizinan dari pihak kehutanan menjadi salah satu hambatan utama yang menghalangi percepatan proses ini.
Wakil Bupati Soppeng menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan PLN untuk mewujudkan program “Listrik Masuk Sawah” yang menjadi salah satu janji kampanye dalam Pilkada Serentak 2024. Beliau berharap agar program ini dapat diwujudkan lebih cepat dari yang direncanakan, dengan target pelaksanaan di delapan kecamatan pada tahun 2026. Program ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan akses listrik ke desa-desa melalui Program Nasional Listrik Masuk Desa.
Tak hanya itu, Wakil Bupati juga meminta agar PLN memperhatikan dan memastikan semua lampu jalan di wilayah Kabupaten Soppeng berfungsi dengan baik, terutama menjelang Lebaran. Pendataan lampu jalan yang lebih rapi dan administrasi pembayaran listrik yang tertib menjadi bagian penting yang dibahas dalam pertemuan ini. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna mendukung kelancaran pengelolaan lampu jalan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati berharap agar PLN dapat mempercepat elektrifikasi di daerah yang belum teraliri listrik, tanpa harus menunggu hingga 2027, guna memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Soppeng yang belum menikmati akses listrik.