Universitas Diponegoro (UNDIP) telah mengembangkan teknologi desalinasi yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar, memberikan harapan baru bagi masyarakat di Nusakambangan, Jawa Tengah, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. Teknologi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat setempat dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Menurut rektor UNDIP, teknologi desalinasi ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh tim ahli dari universitas tersebut. “Kami berharap teknologi ini dapat membantu masyarakat Nusakambangan yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih,” kata rektor UNDIP.
Proses desalinasi air laut ini menggunakan teknologi membran yang dapat menghilangkan garam dan zat-zat lain yang terkandung dalam air laut, sehingga menghasilkan air tawar yang layak untuk dikonsumsi. Teknologi ini juga relatif ramah lingkungan dan dapat dioperasikan dengan biaya yang relatif rendah. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Nusakambangan dapat memiliki akses yang lebih mudah dan terjangkau untuk mendapatkan air bersih, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.
Selain itu, teknologi desalinasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat Nusakambangan dalam hal penyediaan air bersih. Dengan memiliki teknologi desalinasi, masyarakat setempat tidak lagi bergantung pada pasokan air dari luar, sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan kemandirian mereka. “Kami percaya bahwa teknologi desalinasi ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi kesulitan air bersih di Nusakambangan,” kata salah satu peneliti dari UNDIP.
Universitas Diponegoro juga berencana untuk melanjutkan pengembangan teknologi desalinasi ini dan mengaplikasikannya di daerah-daerah lain yang kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan demikian, diharapkan teknologi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan signifikan bagi masyarakat Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi desalinasi ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata rektor UNDIP.












